TANGERANG SELATAN – Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Jaya Raya kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu klub pembinaan bulu tangkis terbaik di Indonesia. Pada penyelenggaraan Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026, yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, 7–12 Juli 2026, tuan rumah sukses mempertahankan gelar juara umum dengan meraih empat gelar juara dari 14 nomor yang dipertandingkan.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi sistem pembinaan atlet muda yang telah dibangun PB Jaya Raya selama puluhan tahun. Di sisi lain, meningkatnya kualitas peserta dari berbagai negara juga memperlihatkan bahwa Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix semakin diakui sebagai salah satu turnamen bulu tangkis junior paling bergengsi di kawasan Asia.
Selain Jaya Raya yang tampil sebagai juara umum, klub Djarum Kudus meraih tiga gelar juara, Thailand juga mengoleksi tiga gelar, sedangkan Jepang dan Hong Kong masing-masing membawa pulang dua gelar. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa persaingan di turnamen ini semakin kompetitif dan menjadi tolok ukur perkembangan bulu tangkis junior internasional.
Ketua Umum PB Jaya Raya, Susy Susanti, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan Jaya Raya mempertahankan gelar juara umum.
“Kami bersyukur bisa kembali menjadi juara umum. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi yang solid antara para pemain, pelatih, pengurus klub, serta dukungan penuh dari Yayasan Pembangunan Jaya Raya.”
Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, PB Jaya Raya berkomitmen terus menyelenggarakan Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix sebagai wadah pembinaan dan pengembangan atlet-atlet muda.
“Kami berkomitmen untuk terus menyelenggarakan turnamen ini secara konsisten untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan mempersiapkan para pebulu tangkis yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Susy.
Senada dengan itu, Ketua Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya, Budi Karya Sumadi, menilai keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan yang selama ini dijalankan PB Jaya Raya.
Menurutnya, kualitas teknik para atlet Jaya Raya sudah sangat baik. Namun, peningkatan aspek fisik seperti kecepatan, kekuatan, dan daya tahan menjadi pekerjaan rumah agar mampu bersaing menghadapi perkembangan permainan dunia yang semakin cepat.
“Teknik bermain atlet-atlet Jaya Raya pada dasarnya sudah baik. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan speed, power, dan kekuatan otot agar mampu bersaing menghadapi perkembangan prestasi pemain internasional. Dengan bekal itu, mereka akan lebih siap ketika memasuki Pelatnas,” kata Budi.
Ia juga menambahkan bahwa regenerasi kepengurusan PB Jaya Raya menjadi momentum untuk semakin memperkuat tradisi pembinaan dan prestasi yang telah dibangun selama ini.
Menurut Budi, Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix akan terus menjadi agenda tahunan karena terbukti menjadi wadah penting bagi lahirnya calon-calon pemain masa depan dari Indonesia maupun mancanegara.
Apresiasi juga datang dari PP PBSI. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menilai turnamen ini memiliki peran strategis dalam proses pembinaan atlet muda Indonesia.
“Kejuaraan seperti ini harus terus didukung. Semoga ke depan semakin dikenal di seluruh dunia dan diikuti lebih banyak pemain dari Eropa maupun Amerika Serikat. Dari turnamen ini, PBSI melihat banyak bibit pemain potensial yang dapat dipersiapkan menuju Pelatnas.”
Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa turnamen junior internasional seperti ini menjadi sarana penting dalam proses regenerasi atlet nasional.
Menurutnya, selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga merupakan ajang pemantauan bakat bagi tim pencari bakat PBSI untuk melihat potensi pemain-pemain muda dari berbagai daerah maupun negara.
“Semakin banyak peserta dari berbagai negara, kualitas persaingan akan semakin meningkat. Ini menjadi momentum bagi pelatih untuk mengevaluasi kebutuhan atlet serta mempercepat lahirnya generasi baru bulu tangkis Indonesia yang siap bersaing di level dunia,” ujar Eng Hian.
Empat Gelar untuk Tuan Rumah
Empat gelar juara Jaya Raya dipersembahkan oleh Alvin Jefferson Kusuma (Tunggal Putra U-17), Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Arybka Okta Disabian (Ganda Putra U-17), Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Afizzah Rahmadhani (Ganda Campuran U-17), serta Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang (Ganda Putra U-19).
Alvin Jefferson sukses memenuhi ambisinya menjadi juara setelah menundukkan wakil Jepang, Taisei Kushima, melalui pertandingan ketat 24-22, 22-20.
“Puji Tuhan bisa juara lagi setelah 2024. Terima kasih kepada pelatih, orang tua, dan teman-teman yang selalu mendukung saya. Dukungan mereka menjadi kekuatan terbesar untuk meraih kemenangan,” ujar Alvin.
Sementara Muhammad Zilazik Artando Zakaria tampil sebagai salah satu bintang turnamen dengan memborong dua gelar juara.
“Alhamdulillah bisa juara di ganda putra dan ganda campuran. Capek dan lelah terbayar dengan prestasi. Penonton yang ramai menjadi tambahan semangat untuk terus berjuang,” ungkap Zilazik.
Satu gelar lainnya dipersembahkan pasangan ganda putra U-19, Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang, yang bangkit setelah kehilangan gim pertama sebelum akhirnya menang rubber game atas pasangan unggulan teratas.
Keberhasilan Jaya Raya mempertahankan gelar juara umum sekaligus meningkatnya kualitas persaingan internasional menjadi bukti bahwa Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix telah berkembang menjadi salah satu barometer pembinaan bulu tangkis junior di kawasan Asia.
Turnamen ini tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya generasi baru bulu tangkis dunia yang kelak akan bersaing di panggung internasional.